Daerah

Razia Narkoba PIK dan Jaktim, 9 Orang Positif Etomidate

razia narkoba PIK
razia narkoba PIK

Tim gabungan Bareskrim Polri dan BNN menggerebek kelab malam di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026) dini hari. Razia narkoba PIK itu menjaring sembilan orang positif narkotika dari dua klaster, kata AKBP Ivan Adhitira.

Operasi serentak ini menyasar sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta. Selain Bareskrim dan BNN, personel Divpropam Polri serta Korsabhara Baharkam Polri ikut turun ke lapangan. Tujuan utamanya menekan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di tempat hiburan malam. Petugas menggeledah badan pengunjung dan area yang diduga menjadi tempat penyimpanan narkotika.

Razia Narkoba PIK Dimulai Saat Band Sedang Tampil

Begitu tiba di lokasi, petugas langsung mengambil alih situasi di dalam kelab malam. Petugas meminta band yang tengah tampil berhenti sementara. Setelah itu, mereka menyapa seluruh pengunjung dengan sopan.

Salah satu petugas menyampaikan imbauan kepada para pengunjung. "Baik, selamat malam. Mohon maaf mengganggu waktunya. Kami dari Bareskrim Mabes Polri dan BNN Republik Indonesia. Kami sedang melakukan kegiatan penertiban narkotika. Kami mohon kiranya Bapak-bapak, Ibu-ibu, tolong bantu kami untuk mempercepat pengecekan. Supaya rekan-rekan semua bisa melanjutkan kembali kegiatan," ucap petugas di lokasi.

Pengunjung mengikuti arahan tersebut dengan tertib. Petugas memeriksa mereka satu per satu, mulai dari lantai dasar hingga sejumlah ruangan di lantai atas.

Cartridge di Toilet dan Hasil Tes Urine Pengunjung

Di lantai tiga, petugas menemukan lima orang yang terdiri atas tiga pria dan dua wanita. Petugas mencurigai adanya cartridge yang pengunjung buang ke dalam toilet. Seluruh pengunjung di ruangan itu lalu menjalani tes urine.

Hasil pengecekan menunjukkan mereka diduga positif etomidate, zat yang termasuk narkotika golongan dua. Tim kemudian membawa mereka yang positif untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dikutip dari laman BNN, etomidate sebenarnya senyawa anestesi yang dipakai untuk membius pasien dalam prosedur medis. Zat ini bekerja pada sistem saraf pusat dan dapat memicu kecanduan. Aparat kini mewaspadai penyalahgunaannya lewat vape.

Sembilan Orang dari Dua Klaster Penindakan

Kanit Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri AKBP Ivan Adhitira menjelaskan pembagian operasi dini hari itu. Tim membagi penindakan ke dalam dua klaster, yakni PIK di Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Dari kedua klaster, petugas mengamankan sembilan orang.

Ivan merinci temuan di klaster PIK saat berbicara di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2026). "Hasil yang kami dapatkan, yaitu ditemukan ada enam orang dari klaster PIK yang positif menggunakan narkotika. Namun saat ini masih didalami, dilakukan asesmen oleh BNN RI apakah yang bersangkutan sebagai pengguna ataupun terafiliasi dengan jaringan narkotika," kata Ivan.

Sementara itu, klaster Jakarta Timur menyumbang tiga orang yang positif narkotika. "Juga dilakukan asesmen oleh BNN RI apakah yang bersangkutan hanya pengguna atau terafiliasi jaringan narkoba," kata Ivan.

Petugas juga mengungkap jenis zat yang mereka konsumsi. "Dari kesembilan orang tersebut, hasilnya positif etomidate dan amfetamin atau sabu," ujar Ivan.

Asesmen BNN dan Jalur Rehabilitasi bagi Pengguna

Seluruh pengunjung yang terindikasi positif kini menjalani asesmen BNN RI. Asesmen itu menentukan peran mereka, apakah sebatas pengguna atau bagian dari jaringan peredaran narkotika.

Jika hasilnya menunjukkan sebatas pengguna, para pelaku wajib menjalani rehabilitasi. Ivan menegaskan kewajiban itu. "Apabila hasil asesmen dari BNN RI yang bersangkutan adalah pengguna, maka kita wajib untuk melakukan rehabilitasi untuk mengobati mereka yang positif tersebut."

Dalam razia tersebut, petugas turut menyita vape atau cartridge vape yang diduga mengandung cairan etomidate. BNN RI kini menguji barang bukti itu di laboratorium.

Tantangan Melacak Asal Narkotika di Tempat Hiburan Malam

Untuk pengunjung yang positif amfetamin, petugas tidak menemukan fisik sabu di lokasi. Ivan menyebut tantangan utama razia tempat hiburan malam ada pada pelacakan asal barang secara langsung. Ada kemungkinan pengunjung membawa narkotika dari luar kelab.

Meski begitu, seluruh rangkaian operasi berlangsung lancar. Tidak ada perlawanan maupun hambatan selama petugas bekerja.

Razia narkoba PIK ini menunjukkan aparat serius menyisir tempat hiburan malam di Jakarta. Sembilan orang positif kini berada dalam proses asesmen, dan nasib hukum mereka bergantung pada hasilnya. Jika terbukti hanya pengguna, jalur rehabilitasi menanti, sedangkan pelacakan asal narkotika menjadi pekerjaan rumah aparat.