EKBIS

Karhutla Kalimantan Selatan Tekan Ekonomi, Ini Faktanya

karhutla Kalimantan Selatan
karhutla Kalimantan Selatan

Karhutla Kalimantan Selatan memicu efek domino yang menekan ekonomi warga lokal, mulai dari gagal panen hingga naiknya biaya kesehatan. Pernyataan resmi pemerintah dan akademisi menunjukkan dampaknya merambat ke banyak sektor.

Hingga 9 Oktober 2026, Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan kini meluas dan memicu efek domino atau multiplier effect pada ekonomi lokal. Pernyataan pemerintah dan akademisi memperlihatkan tekanan di empat area, yakni pertanian, logistik, pendapatan harian, dan kesehatan.

Dampak Ekonomi Karhutla Kalimantan Selatan

  • Sektor terdampak: pertanian, perkebunan, logistik, perdagangan kecil, dan kesehatan.
  • Titik gangguan transportasi: Bandara Internasional Syamsudin Noor.
  • Penyakit pemicu biaya tambahan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
  • Sumber pernyataan: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan ekonom UNISKA MAB.

Petani dan Pekebun Menanggung Kerugian Langsung

Petani menjadi kelompok pertama yang merasakan kerugian. Lahan pertanian yang terbakar menurunkan hasil produksi dan berujung gagal panen. Pelaku perkebunan menghadapi tekanan serupa karena areal usaha mereka ikut rusak. Kerugian itu memutus sumber penghasilan rumah tangga yang bergantung pada musim tanam.

Kabut Asap Mengganggu Logistik dan Perdagangan

Kabut asap pekat sempat mengganggu jalur penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Gangguan itu berimbas pada keterlambatan pengiriman komoditas perdagangan. Pedagang kecil, pelaku UMKM, dan pekerja lapangan juga mencatat penurunan omzet. Warga membatasi mobilitas demi menghindari paparan asap berbahaya, sehingga transaksi harian menyusut.

Biaya Kesehatan Menggerus Pengeluaran Rumah Tangga

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat di tengah kabut asap. Warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli masker dan obat-obatan. Beban itu muncul saat pendapatan justru menurun.

Apa Kata Ekonom dan Pemerintah Pusat?

Ekonom sekaligus dosen Universitas Islam Kalimantan (UNISKA MAB), Muhammad Junaidi, S.E., M.M., menjelaskan sifat dampak bencana ini. "Bencana mempunyai multiplier effect yang sering tidak terlihat pada hari pertama. Awalnya mungkin kebakaran lahan. Setelah itu muncul masalah kesehatan, aktivitas kerja terganggu, sekolah terganggu, transportasi terganggu dan pada akhirnya kegiatan ekonomi serta daya hidup masyarakat ikut melemah."

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut menanggapi dampak di wilayah tersebut. "Ya tentu dampak perekonomian di wilayah tersebut karena kegiatan ekonomi kan terganggu. Plus perlu ada penanggulangan terhadap karhutla tersebut. Pemerintah saat ini tengah fokus menangani karhutla."

Apa Artinya bagi Ekonomi Daerah?

Rangkaian data itu menunjukkan karhutla tidak berhenti sebagai persoalan lingkungan. Api merambat dari lahan ke produksi pertanian, jalur logistik, omzet pedagang, dan pengeluaran kesehatan warga. Pemerintah pusat menyatakan fokus pada penanganan karhutla. Keterangan ini bersumber dari pernyataan Menko Perekonomian dan akademisi UNISKA MAB.