SDN Setono Ponorogo ditutup setelah proses pengajuan sejak 2025, dengan enam siswa terakhir dipindahkan ke SDN 1 Japan dan SDN 1 Singosaren.
Penutupan SDN Setono Ponorogo menjadi perhatian karena sekolah tersebut merupakan satu-satunya SD negeri di Kelurahan Setono.
Mulai tahun ajaran 2026/2027, kegiatan belajar mengajar di sekolah itu tidak lagi berlangsung. Pemerintah memindahkan enam siswa terakhir ke sekolah lain.
Dua siswa ditempatkan di SDN 1 Japan. Sementara itu, empat siswa lainnya dipindahkan ke SDN 1 Singosaren.
Penutupan SDN Setono Melalui Kesepakatan
Sementara itu, Dindik Ponorogo menyebut keputusan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Pengajuan penutupan sudah berlangsung sejak 2025.
Setelah pengajuan masuk, pemerintah menggelar beberapa kali rapat. Wali murid, komite sekolah, masyarakat, lurah, camat, dan pengawas sekolah ikut membahas rencana tersebut.
Plt Kabid Pembinaan SD Dindik Ponorogo Rakhma Noor Meyta mengatakan seluruh pihak menyepakati penutupan sekolah.
Menurutnya, kondisi sekolah sudah tidak mendukung keberlangsungan penerimaan murid baru. SDN Setono tidak memperoleh siswa baru selama tiga tahun terakhir.
Selain itu, enam wali murid yang anaknya masih bersekolah di sana tidak keberatan dengan keputusan tersebut.
Orangtua Memilih Sekolah Lain
Di lapangan, minimnya siswa sudah terjadi selama beberapa tahun. Penurunan terutama terlihat pada kelas 1, 2, dan 3.
Menurut Plt Lurah Setono Handry Reza Pratama, pihak kelurahan sebenarnya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Namun, upaya tersebut belum mampu meningkatkan jumlah pendaftar. Sebagian calon siswa memilih sekolah lain setelah sebelumnya mendaftar.
Yang menarik, salah satu alasan perpindahan berkaitan dengan jumlah teman sekelas. Calon siswa disebut memilih pindah karena tidak memiliki teman di kelas.
Handry juga menyebut sebagian orangtua memilih sekolah yang mereka anggap lebih favorit. Karena itu, jumlah siswa SDN Setono terus berkurang.
Secara faktual, SDN Setono masih memiliki 16 siswa sebelum penutupan. Sebanyak 10 siswa lulus pada tahun ini sehingga tersisa enam siswa.
Selanjutnya, pemerintah memindahkan enam siswa tersebut ke dua sekolah. Penempatan itu membuat seluruh siswa tetap dapat melanjutkan pendidikan setelah SDN Setono ditutup.
Kendati demikian, Handry menyayangkan penutupan tersebut karena SDN Setono merupakan satu-satunya sekolah dasar negeri di Kelurahan Setono.