Ekonomi Lampung 2026 diproyeksikan tumbuh 5,0-5,6 persen. Hilirisasi komoditas, industri pengolahan, dan konstruksi menjadi penopang utama.
Ekonomi Lampung 2026 diproyeksikan tumbuh solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Lampung berada pada kisaran 5,0 hingga 5,6 persen.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan permintaan domestik tetap kuat. Sementara itu, permintaan eksternal juga masih terjaga.
Menurut Bimo, kondisi tersebut menjadi salah satu penopang ekonomi Lampung. Namun, pemerintah dan pelaku usaha tetap perlu memperkuat fondasi pertumbuhan melalui hilirisasi.
Hilirisasi Lampung Dorong Industri Pengolahan
Hilirisasi menjadi salah satu faktor penting dalam proyeksi ekonomi Lampung 2026. Provinsi ini mulai memperkuat pengolahan komoditas sebelum masuk ke pasar.
Secara faktual, industri pengolahan tumbuh 6,99 persen pada triwulan II 2026. Gula, jagung, dan tapioka menjadi sejumlah komoditas yang menopang kinerja sektor tersebut.
Musim tebang tebu sejak April turut mendukung aktivitas ekonomi. Selain itu, panen raya jagung pada Mei memberikan tambahan dorongan terhadap kegiatan produksi.
Yang jadi sorotan, Lampung menguasai sekitar 70 persen produksi singkong nasional. Posisi tersebut mendukung ekspansi pengolahan tapioka di daerah.
Konstruksi Lampung Tumbuh 6,57 Persen
Di sisi lain, sektor konstruksi juga mencatat pertumbuhan 6,57 persen. Proyek strategis pemerintah dan swasta menjadi bagian dari aktivitas yang menopang sektor tersebut.
Selain proyek konstruksi, pemerintah juga mendorong penyelesaian Jalan Mantap. Sebanyak 631 unit Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih turut masuk dalam agenda pembangunan.
Meski begitu, BI tetap mencermati sejumlah risiko yang dapat memengaruhi ekonomi Lampung 2026. Ketidakpastian global menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi.
Selain itu, perubahan cuaca ekstrem dan fluktuasi harga pangan dunia juga dapat memengaruhi kinerja ekonomi. Karena itu, penguatan sektor produksi menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan.
Dengan kinerja triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen, Lampung memiliki pijakan untuk mempertahankan momentum ekonomi. BI tetap memantau dinamika domestik dan global dalam proyeksi pertumbuhan berikutnya.