PFVI menjadi fitur utama teknologi AI yang membantu mengidentifikasi kerentanan kebakaran kawasan gambut Kalimantan Barat sebelum hotspot muncul.
PFVI menjadi salah satu fitur utama teknologi AI untuk mitigasi Karhutla di Kalimantan Barat. Sistem ini memetakan tingkat kerentanan kawasan gambut.
Teknologi tersebut dikembangkan Hajon Mahdy melalui Hotama Technologies. Ia memberikan sistem itu kepada pemerintah secara cuma-cuma untuk mendukung pencegahan kebakaran.
Dalam forum strategis penanganan Karhutla, teknologi tersebut diperkenalkan bersama pembahasan pemetaan wilayah rawan dan kondisi gambut.
PFVI Bantu Tentukan Prioritas di Lapangan
Menurut Hajon, informasi kerentanan dapat membantu pemerintah menentukan wilayah prioritas. Petugas dapat memanfaatkannya untuk mengatur patroli serta pembasahan gambut.
Selain itu, data tersebut dapat mendukung pengelolaan sumber air. Penempatan sumber daya juga dapat menyesuaikan tingkat risiko yang terpetakan.
Dengan kata lain, teknologi tersebut menggeser perhatian menuju langkah preventif. Pemerintah tidak harus menunggu hotspot muncul untuk memperoleh informasi mengenai risiko wilayah.
Prediksi Risiko Berbeda dari Kepastian Kebakaran
Namun, sistem AI tersebut bukan alat untuk menentukan kapan kebakaran pasti terjadi. Teknologi hanya memberikan probabilitas dan tingkat risiko berdasarkan data.
Sistem juga terus menerima pembaruan data terbaru. Karena itu, hasil pemetaan dapat berubah mengikuti informasi yang masuk ke dalam sistem.
Di sisi lain, teknologi ini mampu memetakan potensi risiko hingga 24 bulan. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari pendekatan predictive analytics yang digunakan pengembang.
Hotama Technologies Tidak Menjual Sistem ke Pemprov
Yang patut dicatat, Hajon tidak menawarkan teknologi tersebut sebagai proyek komersial. Hotama Technologies justru menghibahkan sistem kepada pemerintah.
Ia berharap pemangku kepentingan bersedia berkolaborasi dalam integrasi data. Menurutnya, kualitas data akan membantu AI menghasilkan pemetaan yang semakin akurat.
Sementara itu, forum yang memperkenalkan teknologi tersebut melibatkan sejumlah instansi di Kalimantan Barat. Pembahasannya mencakup wilayah rawan, kawasan gambut, dan sistem informasi mitigasi.
Hajon menilai pendekatan preventif perlu diperkuat. Selama ini, teknologi kerap digunakan setelah titik api muncul.
- PFVI memetakan kerentanan kebakaran kawasan gambut.
- AI memberikan indikasi probabilitas dan tingkat risiko.
- Hasil pemetaan dapat membantu prioritas patroli.
- Teknologi dihibahkan tanpa skema pembelian pemerintah.
Faktanya, sistem tersebut kini diarahkan untuk mendukung mitigasi sejak tahap risiko. Kolaborasi data menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi tersebut.