Kesehatan

Menjaga Mikrobioma Oral Jadi Langkah Penting Cegah Komplikasi

Menjaga mikrobioma oral membantu menekan risiko penyakit gusi, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan otak
Menjaga mikrobioma oral membantu menekan risiko penyakit gusi, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan otak

Menjaga mikrobioma oral kini semakin mendapat perhatian setelah berbagai penelitian menunjukkan kaitannya dengan kesehatan gusi, kadar gula darah, hingga fungsi otak.

Perkembangan penelitian menunjukkan bahwa kesehatan rongga mulut memiliki hubungan yang lebih luas dibanding sekadar mencegah gigi berlubang. Para ahli menilai keseimbangan mikrobioma oral berperan menjaga sistem imun sekaligus mengurangi risiko peradangan kronis.

Dalam konteks tersebut, perhatian tidak lagi hanya tertuju pada kebersihan gigi. Sebaliknya, keseimbangan bakteri baik dan bakteri berbahaya di rongga mulut menjadi fokus utama karena berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Penelitian Menyoroti Dampak Mikrobioma Oral

Yang menarik, penelitian terbaru menghubungkan peradangan kronis akibat penyakit gusi dengan meningkatnya risiko gangguan pada otak. Sejumlah studi bahkan menemukan kemungkinan hubungan antara periodontitis dan penyakit Alzheimer, meski penelitian pada manusia masih terus berlangsung.

Sementara itu, hubungan antara penyakit gusi dan diabetes juga semakin banyak dibahas. Peradangan pada gusi dapat membuat pengendalian gula darah menjadi lebih sulit. Di sisi lain, kadar gula darah yang tinggi memperbesar peluang terjadinya infeksi gusi.

Selain itu, bakteri dan molekul inflamasi dari gusi yang meradang dapat memasuki aliran darah. Kondisi tersebut berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung maupun stroke karena memicu peradangan pada pembuluh darah.

Langkah Sederhana Mendukung Kesehatan Mikrobioma Oral

Para ahli menyarankan sejumlah kebiasaan sederhana untuk mempertahankan keseimbangan mikrobioma oral. Kebiasaan tersebut dinilai efektif menjaga kesehatan rongga mulut sekaligus mengurangi risiko komplikasi.

Kebiasaan yang Disarankan

  • Menyikat gigi dua kali setiap hari menggunakan pasta gigi berfluorida.
  • Membersihkan sela gigi dengan benang gigi setiap hari.
  • Membersihkan permukaan lidah secara rutin.
  • Memenuhi kebutuhan cairan agar produksi air liur tetap optimal.
  • Membatasi penggunaan obat kumur antimikroba tanpa anjuran dokter.
  • Melakukan pemeriksaan gigi secara berkala.

Selain menjaga kesehatan mulut, kebiasaan tersebut membantu mempertahankan keseimbangan mikrobioma oral sehingga bakteri baik tetap mendominasi. Dengan demikian, risiko peradangan kronis yang berkaitan dengan penyakit gusi dan berbagai gangguan kesehatan lain dapat ditekan.