Setoran pajak KAI sebesar Rp6,98 triliun pada 2025 tidak hanya berasal dari operasional perusahaan induk, tetapi juga didukung aktivitas seluruh entitas KAI Group yang berkontribusi terhadap penerimaan negara.
Setelah mencatat kontribusi pajak sebesar Rp6,98 triliun sepanjang 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan capaian tersebut merupakan hasil aktivitas seluruh ekosistem usaha di lingkungan KAI Group. Perusahaan menyebut peningkatan kontribusi berjalan beriringan dengan kinerja operasional dan tata kelola yang terus dijaga.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan nilai tersebut tidak hanya berasal dari perusahaan induk, tetapi juga melibatkan anak usaha, pekerja, pelanggan, serta mitra yang mendukung aktivitas bisnis setiap hari.
Aktivitas Operasional Menjadi Sumber Kontribusi Negara
Anne mengatakan perjalanan kereta api, distribusi logistik, aktivitas komersial di stasiun, hingga layanan pendukung menciptakan nilai ekonomi yang kemudian menghasilkan penerimaan negara melalui berbagai jenis pajak dan PNBP.
Menurutnya, di balik capaian Rp6,98 triliun terdapat kontribusi ribuan pekerja yang melayani pelanggan, menjaga keselamatan perjalanan, merawat sarana, hingga mengelola sistem operasional perusahaan.
"Di balik angka kontribusi tersebut ada pekerjaan, tanggung jawab, dan kehidupan banyak keluarga. KAI ingin setiap aktivitas perusahaan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat," ujar Anne.
KAI Pastikan Tata Kelola Perpajakan Tetap Terjaga
Anne menegaskan penggunaan penerimaan pajak sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah. Dana tersebut masuk ke dalam sistem penerimaan negara untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan nasional.
Selain itu, hingga akhir 2025 perusahaan juga tidak menerima peringatan maupun sanksi perpajakan yang signifikan. Kondisi tersebut mencerminkan kepatuhan administrasi perpajakan yang terus dijaga perusahaan.
Komitmen Perusahaan Terus Ditingkatkan
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan peningkatan kontribusi kepada negara menjadi bagian dari komitmen perusahaan menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Wisnu, setiap perjalanan kereta api menciptakan peluang kerja, mendukung kegiatan ekonomi, serta menghasilkan kontribusi yang kembali kepada negara melalui mekanisme perpajakan. Karena itu, KAI akan terus menjaga kinerja perusahaan agar manfaat tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.