Teknologi

Talenta Digital Era AI Jadi Prioritas, Kemkomdigi Ubah Arah Program Literasi Digital

Talenta digital era AI menjadi fokus baru Kemkomdigi. Program literasi digital kini diarahkan pada upskilling dan peningkatan kompetensi sesuai perkembangan teknologi.
Talenta digital era AI menjadi fokus baru Kemkomdigi. Program literasi digital kini diarahkan pada upskilling dan peningkatan kompetensi sesuai perkembangan teknologi.

Talenta digital era AI menjadi fokus baru pemerintah dalam program literasi digital. Kementerian Komunikasi dan Digital menilai peningkatan kompetensi lebih relevan dibandingkan pembelajaran dasar penggunaan perangkat digital.

Talenta digital era AI menjadi perhatian pemerintah seiring semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam berbagai sektor. Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengarahkan program literasi digital pada peningkatan kemampuan masyarakat yang lebih kontekstual.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar sumber daya manusia Indonesia mampu mengikuti perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan program literasi digital kini tidak lagi berfokus pada pengenalan penggunaan perangkat maupun internet.

Pengembangan Talenta Digital Menjadi Sasaran Utama

Menurut Nezar, tantangan transformasi digital saat ini menuntut masyarakat memiliki keterampilan yang lebih tinggi dibandingkan kemampuan dasar mengoperasikan perangkat digital.

Karena itu, pemerintah mengarahkan program literasi digital sebagai sarana meningkatkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan teknologi.

"Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling. Meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang," kata Nezar dalam keterangan resminya, Jumat (26/6/2026).

Dalam praktiknya, peningkatan kecakapan digital diharapkan mampu mendukung pengembangan talenta digital nasional yang siap menghadapi pemanfaatan teknologi berbasis AI.

Strategi Sudah Disiapkan Bersama Bappenas

Nezar menjelaskan perubahan arah program tersebut bukan kebijakan yang muncul secara tiba-tiba. Pemerintah telah menyusun strategi tersebut sebagai bagian dari perencanaan pembangunan nasional.

Menurutnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah merancang perubahan orientasi literasi digital agar selaras dengan kebutuhan transformasi digital Indonesia.

Selain itu, Kemkomdigi juga telah menjalankan pendekatan tersebut dalam kurun waktu sekitar satu dekade sebagai bagian dari pengembangan ekosistem digital nasional.

Literasi Dasar Dinilai Tidak Lagi Menjadi Fokus

Di sisi lain, Nezar menilai edukasi mengenai penggunaan dasar gawai maupun internet kini tidak lagi menjadi fokus utama program pemerintah.

Ia menjelaskan materi mengenai keamanan digital, etika bermedia, hingga tata cara menggunakan platform digital telah banyak diadopsi oleh penyedia layanan melalui berbagai pedoman komunitas.

"Kalau sekarang kayaknya sudah lewat masa itu. Walaupun masih dibutuhkan, tetapi sudah dikerjakan ataupun diadopsi oleh platform-platform lewat community guidelines dan lain-lain," ujarnya.

Karena itu, pemerintah memilih mengarahkan sumber daya pada peningkatan kompetensi yang lebih relevan dengan perkembangan AI. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas talenta digital Indonesia agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang terus berkembang.