Kesehatan

Buang Air Kecil Lebih dari 10 Kali Sehari? Kenali Penyebab dan Kondisi Pemicunya

Buang Air Kecil Lebih dari 10 Kali Sehari? Kenali Penyebab dan Kondisi Pemicunya

Buang air kecil lebih dari 10 kali sehari tidak selalu menandakan masalah kesehatan. Namun, jika kondisi tersebut terjadi tanpa peningkatan konsumsi cairan, sejumlah gangguan medis bisa menjadi penyebab yang perlu diperhatikan.

Buang air kecil lebih dari 10 kali sehari sering membuat seseorang khawatir. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa frekuensi ke toilet dapat berbeda pada setiap individu.

Perbedaan tersebut dipengaruhi banyak faktor, mulai dari jumlah minuman yang dikonsumsi hingga kondisi kesehatan tertentu.

Ahli urologi bersertifikat dari NY Urology di New York City, Dr. David Shusterman, mengatakan sebagian orang memang dapat buang air kecil hingga 10 kali dalam sehari tanpa mengalami gangguan kesehatan.

Minum Banyak Air Bisa Membuat Lebih Sering Kencing

Menurut Shusterman, peningkatan frekuensi buang air kecil sering kali berkaitan langsung dengan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Seseorang yang rutin mengonsumsi air dalam jumlah besar atau minuman tertentu dapat lebih sering pergi ke kamar mandi dibandingkan orang lain.

Dalam praktiknya, kondisi tersebut masih tergolong normal selama tidak disertai gejala lain yang mengganggu.

Penyakit yang Bisa Memicu Buang Air Kecil Berlebihan

Di sisi lain, frekuensi buang air kecil yang meningkat tanpa peningkatan konsumsi cairan perlu mendapat perhatian.

Shusterman menjelaskan terdapat beberapa kondisi kesehatan yang dapat memicu produksi urine lebih sering dari biasanya.

  • Sindrom kandung kemih terlalu aktif.
  • Diabetes.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Efek samping penggunaan obat tertentu.

Secara faktual, kondisi-kondisi tersebut dapat memengaruhi fungsi kandung kemih maupun proses pengaturan cairan dalam tubuh.

Obat Diuretik Menjadi Faktor yang Sering Ditemukan

Salah satu penyebab yang cukup umum berasal dari penggunaan obat diuretik. Obat ini sering diresepkan untuk pasien dengan tekanan darah tinggi atau gangguan jantung.

Diuretik bekerja dengan membantu tubuh membuang kelebihan cairan melalui urine. Akibatnya, frekuensi buang air kecil dapat meningkat dibandingkan kondisi normal.

Karena itu, pasien yang mengonsumsi obat tersebut umumnya mengalami kebutuhan ke toilet yang lebih sering.

Kehamilan Juga Meningkatkan Frekuensi Kencing

Selain faktor penyakit dan obat-obatan, kehamilan menjadi penyebab lain yang cukup sering terjadi.

Menurut Shusterman, ibu hamil biasanya membutuhkan asupan cairan lebih banyak. Kondisi tersebut membuat metabolisme air meningkat sehingga produksi urine ikut bertambah.

"Kehamilan merupakan faktor lain, karena kehamilan mengharuskan minum lebih banyak air sehingga metabolisme air pun meningkat,"

Akibatnya, wanita hamil dapat mengalami frekuensi buang air kecil yang lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum kehamilan.