Skema efisiensi MBG 2027 menjadi fokus pembahasan DPR bersama Badan Gizi Nasional setelah pemerintah menargetkan penghematan anggaran sekitar Rp40 triliun. Empat langkah perubahan disiapkan tanpa menghilangkan tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis.
Skema efisiensi MBG 2027 memasuki tahap pembahasan lanjutan di DPR RI. Badan Gizi Nasional (BGN) bersama pemerintah menyiapkan sejumlah penyesuaian agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan efektif sekaligus mengurangi beban anggaran negara.
Komisi IX DPR RI menyatakan telah menyepakati empat langkah efisiensi yang dipaparkan pimpinan BGN. Melalui skema tersebut, potensi penghematan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp40 triliun.
Selanjutnya, DPR memberikan waktu dua pekan kepada BGN untuk menyempurnakan simulasi penghematan sebelum dibahas kembali dalam rapat dengar pendapat.
Empat Langkah Efisiensi Jadi Fokus Pembahasan
Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin mengatakan skema yang diajukan BGN dinilai mampu menghasilkan penghematan yang cukup signifikan.
Langkah pertama ialah mengevaluasi jumlah penerima manfaat. Salah satu opsi yang dibahas adalah penyesuaian sasaran penerima pada tingkat SMA atau sederajat yang selama ini mencapai sekitar 11 juta siswa.
Langkah kedua menyangkut frekuensi penyaluran makanan. Jika sebelumnya paket MBG diberikan selama 25 hari setiap bulan atau enam hari dalam sepekan, ke depan penyaluran direncanakan berlangsung pada hari Senin hingga Jumat atau sekitar 20 hari dalam sebulan.
Dengan pola tersebut, penyaluran MBG tidak dilakukan saat hari libur nasional maupun selama masa libur sekolah.
Langkah ketiga berupa evaluasi insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Insentif yang selama ini bernilai sama untuk setiap SPPG akan disesuaikan berdasarkan jumlah penerima manfaat yang benar-benar dilayani.
Sementara itu, langkah keempat adalah penerapan sistem klaster. Dalam praktiknya, BGN akan mengelompokkan SPPG berdasarkan kapasitas dan kinerja sehingga alokasi anggaran dapat diberikan secara lebih proporsional.
Target Penghematan Berlaku untuk Program Tahun Berjalan
Zainul menyebut komitmen penghematan tidak hanya berlaku pada rencana anggaran tahun 2027. Menurutnya, BGN juga tengah menghitung efisiensi terhadap pelaksanaan program pada tahun berjalan.
"Waktu rapat, BGN komitmen dengan kita, mereka akan melakukan exercise penghematan minimal Rp40 triliun, termasuk yang tahun ini. Tahun ini pun BGN sedang melakukan exercise untuk penghematan dan angkanya mungkin hampir sama," katanya.
Komisi IX DPR akan kembali menggelar rapat pada pekan depan untuk membahas hasil perhitungan terbaru dari BGN sebelum keputusan akhir ditetapkan.
Pemerintah Perkuat Pengawasan Anggaran MBG
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan efisiensi tidak mengurangi substansi Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Ia mengatakan pemerintah telah membahas langkah penghematan bersama Kepala BGN Nanik S. Deyang. Bahkan, kebutuhan anggaran MBG dipastikan berada di bawah proyeksi sebelumnya sebesar Rp260 triliun.
Selain melakukan efisiensi, Kementerian Keuangan membentuk tim khusus yang melibatkan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) untuk mengawasi pelaksanaan MBG di seluruh daerah.
Tim tersebut mulai bekerja pada pekan depan. Selanjutnya, evaluasi operasional serta serapan anggaran akan dilakukan setiap dua bulan. Pemerintah juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada SPPG yang terbukti bermasalah dalam menjalankan program.
Dengan rangkaian langkah tersebut, pemerintah dan DPR berupaya menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis melalui efisiensi anggaran, penguatan pengawasan, serta penyesuaian mekanisme pelaksanaan di lapangan.