Mikrobioma oral menjadi faktor penting yang menjaga kesehatan mulut sekaligus memengaruhi kondisi tubuh. Ketidakseimbangan bakteri di rongga mulut dapat meningkatkan risiko penyakit gusi hingga gangguan jantung.
Mikrobioma oral merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup di rongga mulut, termasuk pada gigi, gusi, lidah, pipi bagian dalam, hingga tenggorokan. Komunitas mikroba ini menjadi garis pertahanan pertama ketika makanan, minuman, maupun mikroorganisme dari luar masuk ke dalam tubuh.
Meski demikian, banyak orang belum menyadari pentingnya menjaga keseimbangan mikrobioma oral. Padahal, perubahan komposisi bakteri di dalam mulut dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang tidak hanya terbatas pada gigi dan gusi.
Secara faktual, mikrobioma oral memiliki dua fungsi utama. Pertama, membantu melindungi tubuh dari bakteri penyebab penyakit. Kedua, mendukung proses awal pencernaan sekaligus membantu sistem kekebalan tubuh mengenali ancaman yang masuk melalui mulut.
Ketidakseimbangan Mikrobioma Oral Memicu Penyakit Gusi
Ketika bakteri berbahaya mulai mendominasi, plak akan lebih mudah terbentuk di permukaan gigi. Akibatnya, jaringan gusi mengalami peradangan yang berpotensi berkembang menjadi penyakit gusi.
Pada tahap awal, kondisi tersebut dikenal sebagai gingivitis. Penyakit ini masih dapat dicegah dan ditangani apabila kebersihan mulut dijaga dengan baik. Namun, apabila terus berlanjut, peradangan dapat berkembang menjadi periodontitis yang menyebabkan kerusakan tulang penyangga gigi dan bersifat permanen.
Selain itu, peradangan kronis pada gusi memungkinkan bakteri beserta molekul pemicu inflamasi masuk ke dalam aliran darah. Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular karena dapat mempercepat pembentukan plak pada pembuluh darah.
Dampaknya Tidak Hanya Terjadi di Rongga Mulut
Yang menjadi sorotan, penelitian juga menemukan adanya hubungan antara kesehatan mulut dengan fungsi otak. Beberapa studi menunjukkan bahwa periodontitis berpotensi berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit Alzheimer melalui proses peradangan kronis.
Selain itu, penyakit gusi juga memiliki hubungan dua arah dengan diabetes. Peradangan pada gusi dapat mempersulit pengendalian kadar gula darah. Sebaliknya, kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh lebih rentan mengalami infeksi gusi dan memperlambat proses penyembuhan.
Cara Menjaga Mikrobioma Oral Tetap Sehat
- Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida.
- Membersihkan sela gigi setiap hari dengan benang gigi atau sikat interdental.
- Menyikat lidah untuk mengurangi penumpukan bakteri.
- Menjaga tubuh tetap terhidrasi agar produksi air liur optimal.
- Menggunakan obat kumur antimikroba hanya sesuai anjuran dokter gigi.
- Melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.
Kebiasaan sederhana tersebut membantu menjaga keseimbangan mikrobioma oral sehingga risiko penyakit gusi maupun gangguan kesehatan lain dapat ditekan sejak dini.