Ragam

Artefak Budaya Papua Dipulangkan FBI, Akan Dipamerkan di Museum Nasional

Artefak budaya Papua berhasil dipulangkan FBI ke Indonesia melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan. Koleksi bersejarah itu akan dipamerkan di Museum Nasional sebagai bagian pemulihan kedaulatan budaya
Artefak budaya Papua berhasil dipulangkan FBI ke Indonesia melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan. Koleksi bersejarah itu akan dipamerkan di Museum Nasional sebagai bagian pemulihan kedaulatan budaya

Artefak budaya Papua yang sebelumnya diselundupkan ke Amerika Serikat berhasil dipulangkan melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan FBI. Benda-benda bersejarah itu akan dipamerkan di Museum Nasional sebagai bagian dari pemulihan kedaulatan budaya.

Artefak budaya Papua yang sempat diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat akhirnya kembali ke Indonesia. Pemulangan benda-benda bersejarah tersebut terlaksana melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dengan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI).

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan proses repatriasi artefak berlangsung setelah Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur FBI Kash Patel. Dalam pertemuan tersebut, pihak FBI secara resmi menyerahkan kembali sejumlah artefak budaya milik Indonesia.

"Secara ofisial beliau juga membawakan kembali artefak budaya tersebut. Sebelumnya benda-benda tersebut diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal," kata Fadli Zon, Kamis (23/7/2026).

Artefak Berasal dari Warisan Budaya Papua

Menurut Fadli Zon, artefak yang dipulangkan berasal dari Papua. Koleksi tersebut merupakan warisan budaya masyarakat Suku Dani, Suku Asmat, serta komunitas di kawasan Danau Sentani.

Ia menegaskan benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi. Karena itu, proses repatriasi dinilai sebagai bagian penting dalam mengembalikan identitas serta kedaulatan budaya Indonesia.

"Ini merupakan benda-benda yang sangat berharga karena proses repatriasi ini merupakan pemulihan kedaulatan budaya kita," ujarnya.

Selain itu, Fadli menyampaikan bahwa kerja sama Indonesia dengan FBI dalam pengembalian benda budaya bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, FBI juga membantu memulangkan berbagai artefak Indonesia yang dicuri, termasuk sejumlah arca perunggu.

Kerja Sama Repatriasi Akan Terus Diperkuat

Fadli berharap kolaborasi antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam bidang repatriasi serta restitusi benda budaya terus diperkuat. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk melindungi warisan sejarah bangsa yang berada di luar negeri akibat perdagangan ilegal.

Program pemulangan artefak ini juga melibatkan Sekretariat Negara dan Kementerian Luar Negeri. Kolaborasi lintas lembaga tersebut mendukung proses pengembalian benda budaya agar berjalan sesuai prosedur.

Museum Nasional Menjadi Lokasi Pameran Artefak

Setelah kembali ke Indonesia, artefak budaya tersebut akan dipamerkan di Museum Nasional. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat sekaligus mempelajari nilai sejarah yang terkandung dalam setiap koleksi.

Menurut Fadli, pameran itu menjadi bagian dari upaya memperkaya pengetahuan masyarakat mengenai warisan budaya Indonesia. "Saya kira ini adalah bagian dari upaya untuk mengembalikan kedaulatan budaya kita untuk menyempurnakan pengetahuan budaya. Tentunya kami akan meng-exhibit atau mempamerkan ini di Museum Nasional," ujarnya.