100 ribu pohon virtual yang dikumpulkan pengguna Shopee kini diwujudkan menjadi aksi penanaman mangrove di Jakarta, memperluas kolaborasi pelestarian lingkungan berbasis teknologi.
Program Shopee Tanam menunjukkan perkembangan baru setelah partisipasi digital pengguna di berbagai daerah Indonesia diwujudkan menjadi penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan Ecomarine Muara Angke, Jakarta Utara.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Shopee Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan, serta BenihBaik.com dalam memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026.
Partisipasi Digital Berlanjut Menjadi Aksi Nyata
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan sekitar 100.000 pohon virtual berhasil dikumpulkan melalui fitur Shopee Tanam. Menurutnya, antusiasme pengguna menunjukkan teknologi dapat mempermudah masyarakat berkontribusi dalam pelestarian alam.
Yang menjadi sorotan, peserta program tidak hanya berasal dari Jakarta. Pengguna dari Surabaya, Makassar, dan berbagai kota lain juga ikut mendukung aksi tersebut melalui platform digital.
Balques menegaskan perusahaan berkomitmen menghadirkan inovasi serupa untuk memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Kolaborasi Dinilai Penting Menjaga Ekosistem Pesisir
Founder dan CEO BenihBaik.com Andy F. Noya menyampaikan bahwa mangrove memiliki fungsi penting sebagai benteng alami pesisir. Vegetasi tersebut membantu meredam gelombang laut, mengurangi abrasi, dan menahan laju air laut menuju daratan.
Ia menilai pengelolaan kawasan mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Karena itu, kolaborasi pemerintah, sektor swasta, organisasi sosial, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Pemprov DKI Libatkan Banyak Pemangku Kepentingan
Pada saat yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun ini diisi dengan penanaman 24.310 bibit mangrove secara serentak di lima lokasi utama Jakarta.
Program tersebut melibatkan instansi pemerintah, dunia usaha, BUMD, yayasan, komunitas, lembaga pendidikan, generasi muda, dan masyarakat. Menurut Rano, keterlibatan berbagai pihak memperlihatkan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan.