Review Evil Dead Burn menghadirkan kisah horor brutal tentang seorang perempuan yang mencari ketenangan setelah kehilangan suami, tetapi justru terjebak dalam kutukan Necronomicon dan teror Deadites yang mengubah reuni keluarga menjadi mimpi buruk.
Evil Dead Burn membawa penonton ke rumah keluarga Price yang berada di kawasan danau terpencil. Film ini membuka cerita melalui Joseph Price yang meneliti catatan peninggalan kakeknya mengenai Necronomicon, kitab kutukan legendaris yang selama ini menjadi pusat berbagai bencana dalam semesta Evil Dead.
Dalam penelitiannya, Joseph menemukan Belati Kandarian. Senjata tersebut diyakini menjadi satu-satunya alat yang mampu menghancurkan Deadites. Namun, penemuan itu justru memicu kebangkitan ancaman baru yang jauh lebih mematikan.
Tak lama kemudian, sosok Deadite bernama Jessica bangkit dan mulai meneror kawasan danau. Situasi semakin buruk ketika Will Price mengalami kecelakaan fatal setelah mengemudi dalam kondisi mabuk. Sebelum kematiannya, kutukan dari Necronomicon berpindah ke tubuh Will dan menjadi awal petaka yang menimpa keluarganya.
Kisah Alice di Tengah Keluarga yang Tidak Menerimanya
Fokus emosional film ini berada pada karakter Alice, istri Will. Setelah kematian suaminya, Alice menghadiri pemakaman yang berlangsung dalam suasana canggung. Meski Joseph berusaha menunjukkan dukungan, kenyataannya sebagian besar keluarga Price tidak menginginkan kehadirannya.
Penampilan Alice yang sederhana membuatnya semakin terlihat berbeda di tengah keluarga yang sedang berduka. Bahkan, ia datang tanpa menyiapkan pesan perpisahan untuk suaminya.
Namun, ketegangan keluarga itu segera berubah menjadi ancaman yang jauh lebih besar. Sepulang dari pemakaman, Alice ikut berkumpul di rumah keluarga Price bersama Joseph, Thya, kedua orang tua Will, serta sang nenek.
Yang menjadi sorotan, tidak satu pun dari mereka menyadari bahwa kutukan sudah mulai bekerja. Kematian Will ternyata hanya menjadi langkah awal dari rencana para Deadites.
Nuansa Horor yang Lebih Gelap Dibanding Film Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan Evil Dead Rise, film terbaru ini tampil lebih serius. Sutradara Sébastien Vaniček mengurangi unsur komedi yang sebelumnya cukup dominan dalam franchise tersebut.
Selain itu, film ini mengangkat tema keluarga yang penuh konflik. Dalam praktiknya, hubungan yang tidak sehat di lingkungan keluarga menjadi salah satu fondasi utama cerita.
Tak hanya itu, film juga menyinggung isu kekerasan dalam rumah tangga yang membuat atmosfernya terasa semakin berat. Akibatnya, Evil Dead Burn menghadirkan pengalaman yang lebih suram sejak menit-menit awal.
Sinematografer Philip Lozano memperkuat suasana tersebut melalui visual yang pucat dan kusam. Bahkan sebelum Deadites muncul, lingkungan rumah keluarga Price sudah terasa tidak nyaman.
Adegan Brutal dan Teror yang Mengganggu
Dari sisi penyutradaraan, Sébastien Vaniček menghadirkan berbagai adegan kekerasan yang mampu memancing rasa ngilu. Pembukaan di kawasan danau berhasil membangun ketegangan dengan efektif.
Selanjutnya, film memperlihatkan salah satu rangkaian teror paling intens melalui adegan di dalam mobil yang melibatkan Joseph, ayahnya, dan Thya. Adegan tersebut menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam keseluruhan film.
Meski begitu, film tidak hanya mengandalkan darah dan kekerasan. Yang menarik, banyak pengambilan gambar jarak dekat digunakan untuk memperkuat rasa tidak nyaman.
Bahkan, sejumlah detail benda sehari-hari berubah menjadi sumber kengerian. Teknik editing yang kasar juga sengaja dimanfaatkan untuk mengejutkan penonton pada beberapa momen penting.
Formula Lama yang Tetap Efektif
Secara faktual, Evil Dead Burn masih mempertahankan identitas utama franchise ini. Penonton tetap akan menemukan elemen khas seperti Necronomicon, Deadites, humor gelap, dan perjuangan bertahan hidup.
Namun, film ini mengemas formula tersebut dengan pendekatan yang lebih muram. Karena itu, Evil Dead Burn terasa berbeda meskipun masih berada dalam jalur cerita yang sama.
Pada akhirnya, film ini kembali menunjukkan kemampuan franchise Evil Dead dalam menghadirkan variasi baru tanpa meninggalkan ciri khasnya. Teror brutal, konflik keluarga, dan atmosfer suram berpadu menjadi pengalaman horor yang kuat di layar lebar.
Evil Dead Burn saat ini dapat disaksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia.