Malaysia Airlines memastikan penerbangan menuju Jakarta tetap aman setelah seorang kopilotnya terseret kasus narkotika. Maskapai menegaskan dua pilot utama tetap mengendalikan pesawat sepanjang perjalanan.
Isi artikel:
Malaysia Airlines memberikan penjelasan setelah salah satu awak penerbangnya terseret kasus penyelundupan narkotika di Bandara Soekarno-Hatta. Maskapai memastikan tersangka hanya bertugas sebagai kopilot dan tidak mengendalikan pesawat.
Pelaku sebelumnya telah bebas tugas selama dua hari sebelum petugas menangkapnya di area kedatangan internasional. Meski begitu, penerbangan dari Malaysia menuju Indonesia tetap berjalan normal.
Menurut manajemen, dua penerbang utama yang bertugas menjalankan operasional pesawat secara penuh. Dengan demikian, maskapai menyatakan keselamatan penumpang tidak terdampak oleh kasus tersebut.
Malaysia Airlines Tegaskan Standar Keselamatan
"Pesawat dioperasikan secara aman setiap saat oleh dua pilot bertugas yang berkualifikasi," ujar kelompok maskapai tersebut dalam pernyataan resmi, Jumat (7/8/2026), dikutip dari The Star.
Di sisi lain, Malaysia Aviation Group menyayangkan tindakan berat yang dilakukan salah satu staf penerbangnya. Perusahaan juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum.
Menurut manajemen, tindakan tersebut bertentangan dengan standar profesional personel penerbangan. Kasus ini juga dinilai mencederai reputasi perusahaan dan kode etik awak penerbangan.
Penyidikan Berlanjut di Jakarta
Sementara itu, aparat Indonesia terus mengembangkan penyidikan setelah menyita 15 paket berisi 70.114 kapsul ekstasi dan sabu-sabu.
Petugas juga menemukan botol berisi urine yang diduga pelaku siapkan untuk menghindari pemeriksaan medis. Hasil laboratorium kemudian menunjukkan kandungan metamfetamin, ekstasi, dan kokain dalam tubuh tersangka.
Lebih jauh, penyidik mendalami kemungkinan adanya jaringan pengedar internasional. Otoritas juga meningkatkan perhatian terhadap pemeriksaan awak penerbangan komersial yang tiba di Jakarta.