Ancaman listrik Ontario menjadi titik panas baru dalam perang dagang AS-Kanada setelah Doug Ford membuka opsi menghentikan ekspor listrik ke Amerika Serikat.
Ancaman listrik Ontario muncul setelah Presiden AS Donald Trump menaikkan tekanan dagang terhadap Kanada. Kepala pemerintahan Ontario Doug Ford menyatakan semua opsi tersedia.
Ford mengatakan Ontario dapat menaikkan harga listrik. Bahkan, provinsi itu bisa menghentikan ekspor listrik ke AS sepenuhnya.
Ancaman Listrik Ontario Menyasar Pasokan Regional AS
Ontario memasok listrik untuk sekitar 1,5 juta rumah dan bisnis di Amerika Serikat. Karena itu, penghentian ekspor berpotensi menekan sejumlah wilayah perbatasan.
Secara faktual, ketergantungan AS terhadap listrik Kanada secara nasional memang kecil. Data EIA mencatat AS mengimpor sekitar 24,5 TWh listrik dari Kanada sepanjang 2025.
Pada periode yang sama, AS mengekspor sekitar 16 TWh listrik ke Kanada. Artinya, ketergantungan bersih AS terhadap listrik Kanada hanya sekitar 0,2 persen konsumsi nasional.
New York, Michigan, dan Minnesota Jadi Sorotan
Namun, kondisi berbeda muncul di negara bagian yang berbatasan langsung dengan Kanada. New York, Michigan, dan Minnesota bergantung lebih besar pada pasokan listrik regional.
Di lapangan, pasokan Kanada dapat menjadi penting ketika permintaan listrik mencapai puncak. Tekanan juga meningkat akibat ekspansi pusat data kecerdasan buatan.
Tak hanya itu, New York pada Juli 2026 memberlakukan moratorium satu tahun untuk izin lingkungan fasilitas hyperscale baru.
Kebijakan tersebut muncul ketika pemerintah negara bagian menyusun aturan baru. Regulasi itu bertujuan menjaga jaringan listrik sekaligus melindungi konsumen.
Ford Kembali Menggunakan Tekanan Energi
Ontario sebenarnya pernah memakai listrik sebagai alat tekanan terhadap Washington. Pada Maret 2025, Ford mengenakan biaya tambahan 25 persen atas ekspor listrik.
Kebijakan itu menyasar tiga negara bagian AS. Sementara itu, Ford kemudian menangguhkan kebijakan tersebut setelah Trump mengancam menaikkan tarif baja dan aluminium Kanada.
Kini, perselisihan kembali memanas setelah Trump mengumumkan tarif 50 persen untuk mobil, truk, suku cadang, dan baja Kanada mulai 1 Januari 2027.
Langkah tersebut muncul setelah perundingan perdagangan kedua negara gagal pekan lalu. Trump juga telah memberlakukan tarif tambahan 50 persen terhadap impor Kanada senilai sekitar USD20 miliar.
Ford kemudian meminta Ottawa mempertimbangkan pembatasan bertahap terhadap minyak, potash, dan mineral strategis.
Di sisi lain, Quebec belum mengikuti langkah Ontario. Christine Fréchette mengatakan provinsinya masih mengambil posisi berbeda, meski membuka kemungkinan perubahan sikap.
Ford menegaskan Ontario siap menggunakan seluruh pilihan yang tersedia. Ia juga memperingatkan Trump agar mempertimbangkan konsekuensi terhadap hubungan ekonomi kedua negara.
- Ontario membuka opsi menaikkan atau menghentikan ekspor listrik ke AS.
- AS mengimpor 24,5 TWh listrik Kanada pada 2025.
- New York, Michigan, dan Minnesota memiliki ketergantungan regional lebih tinggi.
Yang jadi sorotan, ancaman energi tersebut muncul bersamaan dengan eskalasi tarif. Perselisihan perdagangan pun merambah sektor listrik dan mineral strategis.