Internasinal

Tarif Trump Naik, Kanada Siapkan Balasan 8 September

Tarif Trump terhadap Kanada memicu balasan Ottawa pada 8 September. Ontario juga membuka tekanan melalui listrik dan mineral strategis.
Tarif Trump terhadap Kanada memicu balasan Ottawa pada 8 September. Ontario juga membuka tekanan melalui listrik dan mineral strategis.

Tarif Trump kembali mengguncang hubungan dagang dengan Kanada, sementara Ottawa menyiapkan pungutan balasan dolar demi dolar mulai 8 September.

Tarif Trump kini memasuki tahap baru setelah Kanada menarik diri dari perundingan perdagangan pada Jumat malam. Perdana Menteri Kanada Mark Carney kemudian mengumumkan respons terhadap kebijakan Washington.

Carney menilai Amerika Serikat meminta terlalu banyak dalam perundingan. Sebaliknya, Ottawa menilai tawaran Washington terlalu kecil.

Tarif Trump Dorong Kanada Siapkan Respons

Menurut Carney, Washington berusaha membongkar industri otomotif Kanada melalui persyaratan perundingan yang tidak dapat diterima Ottawa.

Karena itu, Kanada menyiapkan tarif balasan dengan nilai setara. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 8 September.

Sementara itu, Trump mengumumkan kenaikan tarif terhadap mobil, truk, suku cadang kendaraan, dan baja Kanada. Tarif tersebut akan mencapai 50 persen mulai 1 Januari 2027.

Langkah Washington datang setelah perundingan perdagangan kedua negara gagal. Pada Sabtu, tarif tambahan 50 persen juga mulai berlaku terhadap impor Kanada sekitar USD20 miliar.

Ontario Buka Tekanan dari Sektor Energi

Di tingkat provinsi, Doug Ford mengambil sikap lebih keras. Ia membuka kemungkinan menggunakan listrik dan mineral strategis sebagai alat tekanan.

Ford mengatakan Ontario dapat menaikkan harga listrik. Bahkan, provinsi tersebut bisa menghentikan ekspor listrik ke AS.

Namun, pendekatan Ontario belum mendapat dukungan penuh dari provinsi lain. Quebec memilih tidak mengikuti langkah Ford untuk saat ini.

Christine Fréchette mengatakan Quebec belum mengambil pendekatan serupa. Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan perubahan kebijakan saat perselisihan memasuki fase baru.

Ketergantungan Listrik AS Terpusat di Perbatasan

Yang menarik, dampak ancaman listrik tidak tersebar merata di seluruh Amerika Serikat. Ketergantungan terbesar terkonsentrasi di sejumlah negara bagian perbatasan.

Data EIA menunjukkan AS mengimpor 24,5 TWh listrik dari Kanada pada 2025. Sebaliknya, ekspor listrik AS ke Kanada mencapai sekitar 16 TWh.

Artinya, ketergantungan bersih AS hanya sekitar 0,2 persen dari konsumsi nasional. Namun, New York, Michigan, dan Minnesota menghadapi kondisi berbeda.

Di wilayah tersebut, pasokan Kanada dapat menopang kebutuhan ketika konsumsi mencapai puncak. Pada saat yang sama, ekspansi pusat data AI meningkatkan tekanan terhadap jaringan listrik.

New York bahkan memberlakukan moratorium satu tahun terhadap izin lingkungan fasilitas hyperscale baru pada Juli 2026.

Faktanya, Ford sudah pernah memakai tekanan listrik pada Maret 2025. Saat itu, Ontario mengenakan biaya tambahan 25 persen terhadap ekspor listrik ke tiga negara bagian AS.

Kebijakan tersebut akhirnya ditangguhkan setelah Trump mengancam menggandakan tarif baja dan aluminium Kanada.

Lebih jauh, Ford kini mendorong Ottawa mempertimbangkan pembatasan terhadap minyak, potash, serta mineral strategis.

Dampaknya, konflik dagang kedua negara tidak lagi hanya menyentuh tarif barang. Energi, otomotif, dan mineral strategis kini masuk dalam perselisihan yang sama.

  • Kanada menyiapkan tarif balasan mulai 8 September.
  • Tarif Trump terhadap sejumlah produk Kanada mencapai 50 persen.
  • Ontario membuka opsi pembatasan listrik dan mineral strategis.