Internasional

IRGC Ancam Hancurkan Kabel Internet Utama di Selat Hormuz

kabel internet Selat Hormuz
kabel internet Selat Hormuz

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan menghancurkan kabel internet utama di Selat Hormuz. Ancaman ini muncul di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.

IRGC menyatakan telah menetapkan sejumlah target baru menyusul tekanan blokade yang kian ketat terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 19 Oktober 2026, dan langsung memicu kekhawatiran baru di kawasan Teluk.

Ancaman IRGC terhadap Kabel Internet di Selat Hormuz

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa tujuh kabel internet utama melintasi dasar laut di bawah Selat Hormuz. Jalur sempit ini selama ini dikenal sebagai salah satu titik vital bagi lalu lintas energi dan komunikasi dunia.

"Tujuh kabel internet utama melintasi bawah Selat Hormuz, dan pihak musuh harus tahu bahwa kami memiliki target-target baru," demikian pernyataan IRGC yang dikutip dari SINDO.

Pernyataan tersebut memperlihatkan eskalasi baru dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia.

Peringatan Kedutaan Besar AS di Kawasan Timur Tengah

Sebelum ancaman IRGC mencuat, kedutaan besar Amerika Serikat di empat negara telah mengeluarkan peringatan keamanan. Peringatan ini disampaikan oleh kedutaan AS di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, dan Israel pada Minggu malam.

Kedutaan AS menyoroti situasi keamanan yang dinilai dapat berkembang cepat di kawasan tersebut. Warga negara AS diimbau meningkatkan kewaspadaan karena kondisi yang digambarkan sebagai lingkungan keamanan kompleks.

Dalam pernyataan itu, pihak kedutaan juga menyinggung potensi gangguan transportasi udara. "Potensi pembatalan penerbangan, penutupan ruang udara, dan gangguan perjalanan," tertulis dalam peringatan resmi tersebut.

Warga Amerika yang berencana bepergian ke atau dari kawasan Timur Tengah diminta memantau informasi dari bandara maupun maskapai. Mereka juga disarankan menyiapkan rencana perjalanan alternatif sejak awal.

Keterkaitan dengan Aktivitas Houthi yang Didukung Iran

Kedutaan AS turut menyinggung aktivitas kelompok Houthi yang selama ini mendapat dukungan Iran. Kelompok tersebut disebut telah melakukan sejumlah tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi.

"Kelompok Houthi yang didukung Iran telah melakukan tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan ke bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya, yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil serta gangguan perjalanan yang parah," demikian isi pernyataan kedutaan AS.

Pihak kedutaan AS menilai tindakan permusuhan semacam ini berpotensi meningkat dengan cepat. Eskalasi tersebut bahkan dikhawatirkan dapat melampaui batas wilayah konflik yang ada saat ini.

Dampak Potensial bagi Jalur Komunikasi Global

Ancaman terhadap kabel bawah laut di Selat Hormuz berpotensi mengganggu arus data internet lintas benua. Kawasan ini selama ini menjadi salah satu simpul penting jaringan telekomunikasi global.

Gangguan pada kabel bawah laut biasanya berdampak luas, mulai dari layanan internet hingga transaksi keuangan digital. Beberapa negara di Asia dan Eropa turut bergantung pada jalur kabel yang melintasi kawasan Teluk ini.

Bagi Indonesia, stabilitas jalur komunikasi internasional seperti ini juga relevan. Sebagian trafik internet domestik tetap terhubung dengan jaringan kabel bawah laut global yang melintasi kawasan strategis dunia.

Situasi Terkini di Tengah Konflik Iran dan Amerika Serikat

Ancaman IRGC ini muncul saat hubungan Iran dan Amerika Serikat masih diwarnai ketegangan tinggi. Blokade ekonomi terhadap Iran disebut semakin diperketat dalam beberapa waktu terakhir.

Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait ancaman spesifik terhadap kabel internet di Selat Hormuz. Pihak berwenang di kawasan Teluk juga belum memberikan pernyataan lanjutan.

Situasi di Selat Hormuz kini menjadi perhatian banyak pihak internasional. Jalur strategis ini selama ini dikenal rawan gangguan setiap kali ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat meningkat.

Perkembangan lebih lanjut terkait ancaman IRGC terhadap kabel internet Selat Hormuz masih terus dipantau. Pernyataan resmi tambahan dari pihak-pihak terkait belum diterbitkan hingga laporan ini disusun.