Bulog memastikan penerima bantuan pangan di Alor memperoleh total 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan hingga September 2026.
Bulog pastikan bantuan pangan Alor menjangkau penerima untuk periode Juli hingga September 2026. Sebanyak 37.338 Penerima Bantuan Pangan masuk dalam alokasi penyaluran tersebut.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani datang langsung ke Kabupaten Alor bersama Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Langkah tersebut memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap distribusi pangan di daerah kepulauan. Pemerintah ingin melihat langsung pelaksanaan bantuan di tingkat masyarakat.
Setiap Keluarga Mendapat 30 Kilogram Beras
Yang jadi sorotan dalam penyaluran kali ini ialah jumlah bantuan yang diterima setiap keluarga. Rizal menyebut penerima memperoleh total 30 kilogram beras untuk tiga bulan.
Dengan alokasi tersebut, bantuan mencakup periode Juli, Agustus, dan September. Pemerintah menempatkan distribusi pangan sebagai bagian dari perlindungan masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, penyaluran juga berlangsung di sejumlah desa. Desa Fuisama mencatat 66 PBP, Desa Probur sebanyak 513 PBP, dan Desa Lembur Barat mencapai 222 PBP.
Data tersebut menunjukkan distribusi tidak hanya berlangsung pada tingkat kabupaten. Bantuan juga bergerak hingga desa sebagai titik penerima di lapangan.
Distribusi Alor Hadapi Tantangan Geografis
Menurut Rizal, karakter Indonesia sebagai negara kepulauan membuat distribusi pangan membutuhkan koordinasi. Pemerintah pusat, daerah, dan Bulog harus menjaga jalur penyaluran sampai wilayah penerima.
Di lapangan, Bulog menempatkan akses pangan masyarakat sebagai prioritas. Rizal menegaskan tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk mendapatkan layanan pangan pemerintah.
Di sisi lain, Amran menekankan pentingnya bantuan yang tepat sasaran dan tepat waktu. Ia juga menegaskan negara harus hadir melalui pelaksanaan program secara langsung.
Karena itu, kehadiran pemerintah dan Bulog di Alor menjadi bagian dari pengawasan penyaluran. Masukan masyarakat, termasuk aspirasi generasi muda Alor, turut menjadi perhatian dalam kebijakan pangan.