Kesehatan

Program Internship Dokter Indonesia Perlu Pengawasan Pendampingan

Program Internship Dokter Indonesia diminta kembali fokus pada pembelajaran aman. Peserta menyoroti pendampingan dan penerapan aturan di wahana.
Program Internship Dokter Indonesia diminta kembali fokus pada pembelajaran aman. Peserta menyoroti pendampingan dan penerapan aturan di wahana.

Program Internship Dokter Indonesia perlu kembali menempatkan pembelajaran aman sebagai tujuan utama. Peserta meminta pendampingan, perlindungan, dan penerapan aturan baru berjalan merata di seluruh wahana.

Program Internship Dokter Indonesia kembali menjadi sorotan setelah peserta menilai kualitas pembelajaran belum seragam. Perbedaan pengalaman muncul dari pola pendampingan dan beban pelayanan di setiap wahana.

Perwakilan Dokter Internship Indonesia Atika Salsabila mengatakan sebagian peserta mendapat pendampingan memadai. Namun, peserta lain menghadapi pendampingan minim, kesulitan memperoleh hak, hingga beban pelayanan tinggi.

Menurut Atika, kondisi tersebut perlu ditelaah untuk melihat apakah masalah hanya muncul pada wahana tertentu. Evaluasi juga diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya pola yang lebih luas.

Program Internship Dokter Indonesia Diminta Fokus Pembelajaran

Sementara itu, Atika menegaskan program tersebut tidak perlu dihapus. Ia mendorong pemerintah mengembalikan fungsi internship sebagai proses pembelajaran yang aman dan berkualitas.

Peserta, lanjut Atika, harus bekerja sesuai kompetensi dengan pendampingan yang memadai. Perlindungan hukum, keselamatan, dan kesejahteraan juga perlu menjadi bagian pelaksanaan program.

Untuk menghimpun aspirasi, peserta membentuk Asosiasi PIDI-PIDGI. Organisasi tersebut menjadi wadah untuk menyampaikan pengalaman peserta sekaligus mendorong perbaikan program.

Di sisi lain, Atika mengapresiasi Kementerian Kesehatan yang telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan terbaru. Menurutnya, aturan tersebut membawa sejumlah perubahan signifikan.

Namun, penerapan kebijakan itu masih perlu dikawal. Peserta ingin memastikan seluruh wahana menjalankan ketentuan terbaru secara konsisten.

Kemenkes Soroti Komunikasi Peserta dan Pendamping

Direktur Pendayagunaan SDM Kesehatan Kemenkes Jeffri Ardiyanto menilai komunikasi menjadi salah satu aspek yang harus diperbaiki. Keterbukaan dan koordinasi perlu diperkuat sebelum pemerintah mengkaji program secara menyeluruh.

Menurut Jeffri, sejumlah informasi mengenai kondisi peserta belum selalu sampai kepada kementerian sejak awal. Karena itu, komunikasi antara peserta, fakultas, orang tua, dan kementerian perlu diperkuat.

Lebih jauh, koordinasi juga perlu berjalan antara peserta, pendamping, serta Konsil Kesehatan Indonesia di tingkat provinsi dan pusat.

Jeffri menegaskan Kemenkes terbuka terhadap komplain dan masukan peserta. Pemerintah akan menindaklanjuti informasi tersebut sebagai bagian dari pembenahan Program Internship Dokter Indonesia.