EKBIS

Bantuan Pangan Alor Disalurkan untuk 37.338 Penerima

Bantuan pangan Alor untuk Juli-September menyasar 37.338 penerima. Setiap keluarga mendapat total 30 kilogram beras dari pemerintah dan Bulog.
Bantuan pangan Alor untuk Juli-September menyasar 37.338 penerima. Setiap keluarga mendapat total 30 kilogram beras dari pemerintah dan Bulog.

Bantuan pangan Alor untuk alokasi Juli-September mulai disalurkan kepada 37.338 Penerima Bantuan Pangan di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur.

Bantuan pangan Alor mulai disalurkan pemerintah untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Program tersebut menyasar 37.338 Penerima Bantuan Pangan atau PBP.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hadir langsung di Alor. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani turut memastikan penyaluran berjalan hingga masyarakat.

Kehadiran pejabat pusat tersebut menegaskan perhatian pemerintah terhadap distribusi pangan di wilayah kepulauan. Pemerintah ingin memastikan bantuan tidak berhenti pada tingkat administratif.

Bantuan Pangan Alor Menjangkau Tingkat Desa

Dalam pelaksanaannya, bantuan pangan menjangkau sejumlah desa di Kabupaten Alor. Desa Fuisama menerima alokasi untuk 66 PBP, sedangkan Desa Probur mencapai 513 PBP.

Sementara itu, Desa Lembur Barat mendapat alokasi bagi 222 PBP. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses bantuan hingga tingkat desa.

Menurut Amran, pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup. Ia menegaskan bahwa lokasi kepulauan tidak boleh menjadi alasan terhambatnya akses bantuan.

Selain itu, pemerintah menempatkan ketepatan sasaran dan waktu sebagai bagian penting dalam penyaluran. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bulog menjadi penopang pelaksanaan program.

Bulog Siapkan Alokasi Beras untuk Tiga Bulan

Di sisi lain, Ahmad Rizal menjelaskan mekanisme bantuan untuk alokasi tiga bulan. Setiap keluarga penerima akan memperoleh total 30 kilogram beras.

Artinya, bantuan tersebut mencakup kebutuhan beras penerima untuk periode Juli, Agustus, dan September. Bulog juga menghadapi tantangan distribusi karena kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Namun, Rizal menegaskan Bulog tetap berupaya menjangkau wilayah yang memiliki tantangan geografis. Menurutnya, masyarakat Alor memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses pangan.

Penyaluran langsung di Alor juga menjadi bagian dari pengawasan pemerintah terhadap pelaksanaan bantuan pangan. Aspirasi masyarakat daerah turut menjadi perhatian dalam memperkuat kebijakan pangan nasional.