Daerah

Pendaki Gunung Merbabu Asal Bogor Meninggal Diduga Serangan Jantung di Basecamp Selo

Pendaki Gunung Merbabu asal Bogor meninggal setelah pingsan di basecamp jalur Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung dan memiliki riwayat hipertensi kronis.
Pendaki Gunung Merbabu asal Bogor meninggal setelah pingsan di basecamp jalur Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung dan memiliki riwayat hipertensi kronis.

Pendaki Gunung Merbabu asal Bogor meninggal dunia setelah pingsan di basecamp jalur pendakian Selo, Boyolali. Korban sempat membatalkan pendakian karena mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak sehat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal oleh petugas medis.

Pendaki Gunung Merbabu bernama Adityo Rahmat Eko Prayudi (38), warga Kelurahan Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meninggal dunia setelah pingsan di basecamp pendakian jalur Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2026).

Kapolsek Selo AKP Kiryanto membenarkan peristiwa tersebut. Kepolisian segera mendatangi lokasi dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi kejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban memulai pendakian sekitar pukul 10.00 WIB bersama tiga rekannya melalui jalur Selo. Namun, perjalanan tidak berlangsung lama karena korban mulai mengeluhkan kondisi tubuhnya.

Korban Sempat Batalkan Pendakian Sebelum Pingsan di Basecamp

Saat tiba di Pos Bayangan 1, korban mengaku merasa tidak enak badan. Karena kondisi fisiknya menurun, ia memutuskan menghentikan pendakian dan kembali menuju basecamp milik Parman Purwanto di Dukuh Genting, Desa Tarubatang.

Sekitar pukul 11.30 WIB, korban tiba di basecamp. Tidak lama kemudian, ia tiba-tiba terjatuh di teras bangunan. Seorang saksi bernama Muhammad Fazlur langsung meminta bantuan Dimas Edi Sugito untuk memberikan pertolongan.

Keduanya kemudian membalikkan posisi korban dan memberikan bantalan kepala. Namun, saat itu korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Selanjutnya, saksi menghubungi petugas Puskesmas Selo agar segera datang ke lokasi.

Tim medis langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban. Meski begitu, petugas memastikan korban telah meninggal dunia saat berada di basecamp.

Hasil pemeriksaan dari Puskesmas Selo bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Menurut keterangan dokter jaga Puskesmas Selo, korban mengalami serangan jantung. Korban menderita penyakit hipertensi kronis,” kata AKP Kiryanto.

Selain itu, hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.