Karhutla Kalimantan masih menjadi prioritas pemerintah setelah kebakaran melanda sejumlah wilayah Paser dan Kutai Kartanegara dengan total puluhan hektare lahan terdampak.
Karhutla Kalimantan masih menjadi perhatian utama pemerintah. BNPB mencatat kebakaran kembali muncul di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penanganan karhutla menjadi prioritas pemerintah.
Di Kabupaten Paser, api muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang, dan Batu Engau pada Rabu (19/8/2026).
Karhutla Paser Membakar 25,29 Hektare
Kebakaran tersebut melanda kawasan taman konservasi. Material yang terbakar berupa semak belukar dan lahan gambut.
Menurut BNPB, luas lahan yang terbakar mencapai 25,29 hektare. BPBD Kabupaten Paser kemudian melakukan pemadaman melalui jalur darat.
Sementara itu, petugas terus melakukan pemantauan setelah api padam pada Kamis (20/8/2026).
Kebakaran Kutai Kartanegara Capai 49,55 Hektare
Karhutla juga muncul di enam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara pada Rabu. Lokasinya tersebar dari Loa Kulu hingga Kota Bangun.
Secara faktual, luas lahan terbakar mencapai 49,55 hektare. Kelurahan Pendingin mencatat area terdampak terbesar dengan luas 42 hektare.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kutai Kartanegara bersama relawan dan petugas pemadam langsung bergerak ke sejumlah titik.
Namun, pemantauan visual pada Kamis menunjukkan api masih bertahan di Kelurahan Pendingin. Drone mendeteksi enam hingga tujuh titik api di lokasi tersebut.
Di sisi lain, BNPB memastikan penanganan karhutla Kalimantan tetap menjadi prioritas. Pemerintah terus menangani titik kebakaran yang masih muncul.
Karhutla di wilayah tersebut terjadi ketika Indonesia menghadapi musim kemarau panjang. Kondisi itu membuat penanganan kebakaran lahan menjadi perhatian pemerintah.