Demo 28 Oktober 2026 digelar BEM UI bersama gerakan SADAR di Bundaran HI, Jakarta, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Aksi #IndonesiaSadar membawa lima tuntutan, tetapi barisan mahasiswa sempat tertahan barikade aparat di Jalan Jenderal Sudirman.
Aksi bertajuk #IndonesiaSadar ini melanjutkan demonstrasi 20 Oktober 2026 di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Pada penutupan aksi itu, aliansi menegaskan "Perjuangan ini belum selesai" dan berjanji kembali turun ke jalan pada Hari Sumpah Pemuda.
Demo 28 Oktober 2026: Jadwal dan Titik Aksi di Jakarta
BEM UI menjadwalkan aksi di Bundaran HI pukul 14.00 WIB. Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, memastikan lokasinya. Ia menjawab saat dikonfirmasi Kompas.com. "Di HI saja ya jam 14.00 WIB," ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Di luar jadwal mahasiswa, TMC Polda Metro Jaya mencatat aksi penyampaian pendapat berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kawasan terdampak meliputi gedung DPR/MPR, Bundaran HI, Monas, dan Tugu Tani.
Skala aksi hari ini jauh lebih luas. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mencatat 77 kegiatan masyarakat di DKI Jakarta. Rinciannya 53 aksi penyampaian aspirasi dan 24 kegiatan lain. Tiga titik menjadi pusat: Medan Merdeka Selatan, Bundaran HI, dan gedung DPR/MPR.
Lima Tuntutan yang Dibawa BEM UI dan SADAR
Lima isu yang diusung mencakup lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, dan hak asasi manusia. Berikut rinciannya.
Pertama, lingkungan. Massa meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan serta pemulihan ekosistem.
Kedua, ekonomi. Mereka mendesak pembenahan kebijakan ekonomi dan pengurangan ketimpangan sosial.
Ketiga, pendidikan. Tuntutannya berupa penurunan biaya pendidikan dan perbaikan sistem pendidikan.
Keempat, reformasi hukum dan tata kelola. Poinnya mencakup pemberantasan korupsi dan pembenahan penyelenggaraan negara.
Kelima, HAM dan demokrasi. Massa meminta perlindungan hak asasi manusia serta ruang sipil.
Kelompok Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) menyebut tuntutan itu sebagai penagihan janji pejabat. "Tuntutan ini adalah penagihan tanggung jawab atas jabatan publik, janji politik, dan amanat konstitusi," kata kelompok tersebut.
Isu lingkungan juga datang dari daerah. Enam mahasiswa dari Kalimantan datang ke Jakarta untuk ikut demo dan mendesak karhutla ditetapkan sebagai bencana nasional, menurut laporan Kompas.com.
Massa Tertahan Barikade di Jalan Sudirman
Massa mahasiswa bergerak menuju Bundaran HI. Namun aparat membentuk barikade di Jalan Jenderal Sudirman. Menurut Kompas.com, mahasiswa PNJ hingga UI tertahan di titik itu. Dorong-dorongan dengan petugas pun terjadi pada sore hari.
Buruh tidak bergerak seragam. Organisasi buruh pimpinan Andi Gani memilih tidak ikut dan fokus mengawal UU Ketenagakerjaan, menurut Afu.id. Namora justru menegaskan aksi terbuka bagi semua unsur rakyat. Ia menyebut Bundaran HI sebagai "tempat aksi bagi mahasiswa, buruh, tani, dan seluruh unsur-unsur rakyat". Pernyataan itu ia sampaikan dalam konsolidasi di Pusgiwa UI, Depok, Senin (26/10/2026).
Rekayasa Lalu Lintas dan Layanan Transportasi
Kepolisian menerapkan rekayasa arus lalu lintas secara situasional di empat kawasan. Polda Metro Jaya juga menyiagakan 1.249 anggota Polantas di sejumlah ruas jalan Jakarta. Kompas.com melaporkan angka tersebut. Warga dapat memantau kondisi jalan lewat CCTV online dan akun TMC Polda Metro Jaya.
Layanan transportasi publik ikut berubah. Beritasatu melaporkan Transjakarta menghentikan operasional empat rute bus selama demo. Pengguna sebaiknya mengecek informasi rute resmi sebelum berangkat.
Kritik Menjelang Dua Tahun Prabowo-Gibran
Mahasiswa mengaitkan aksi ini dengan usia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mendekati dua tahun. Namora menilai janji kampanye soal lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi belum terpenuhi.
BEM UI juga membahas langkah lanjutan, termasuk civil disobedience atau pembangkangan sipil. Mahasiswa mengantisipasi pemerintah hanya memberi jawaban normatif tanpa menyelesaikan persoalan.
Sehari sebelumnya, Polda Metro Jaya belum merinci rencana pengamanan. Budi Hermanto hanya menjawab singkat, "Mohon waktu, lagi dibahas," pada Selasa (27/10/2026). Hingga sore ini, redaksi belum menemukan tanggapan resmi pemerintah atas lima tuntutan tersebut.
Yang Perlu Dipantau Berikutnya
Demo 28 Oktober 2026 menjadi ujian bagi ruang berpendapat di Hari Sumpah Pemuda ke-98. Pemerintah, aparat, dan mahasiswa kini sama-sama menanti arah aksi berikutnya. Merah Putih Global akan memperbarui laporan ini seiring perkembangan di lapangan.