POCO X8 Pro vs Pro Max jadi pertanyaan utama calon pembeli ponsel gaming kelas menengah atas di Indonesia. Selisih harga resmi Rp1,7 juta membuat pilihan ini butuh hitungan, bukan sekadar ikut hype.
Poco resmi meluncurkan kedua ponsel ini di Jakarta pada Kamis (2/4/2026), lalu membuka penjualan mulai 4 April. Harga X8 Pro 8GB/256GB mulai Rp4.999.000. Adapun X8 Pro Max 12GB/256GB berharga Rp6.699.000, jadi selisihnya Rp1,7 juta. Pertanyaannya, apa saja yang kamu dapat dari tambahan uang itu?
Poco mengusung tema performa tanpa kompromi. "Poco X8 Pro series cocok untuk para gamers kalcer," kata Novita Krisutami, PR Manager Poco Indonesia, dalam acara peluncuran. Mari bedah satu per satu dari data spesifikasinya.
POCO X8 Pro vs Pro Max: Layar Kembar, Ukuran Berbeda
Dari sisi layar, keduanya nyaris identik. Panel AMOLED QHD+ dengan refresh rate 120Hz hadir di dua model. Touch sampling mencapai 480Hz, sedangkan kecerahan puncak menyentuh 3.500 nit. Keduanya juga mendukung Dolby Vision, HDR10+, dan PWM dimming 3.840Hz.
Perbedaan krusial ada di ukuran dan ketajaman. X8 Pro memakai layar 6,59 inci dengan densitas 460 ppi, sedangkan X8 Pro Max membawa 6,83 inci dengan 447 ppi. Bobot X8 Pro 204 gram dengan dimensi 157,5 x 75,2 x 8,2 mm. Pro Max lebih bongsor di 219 gram dan 163 x 77,9 x 8,2 mm, jadi terasa seperti tablet mini di genggaman.
Material bodinya juga berbeda. X8 Pro memakai kombinasi kaca dan logam. Pro Max beralih ke aluminium alloy dan fiberglass yang terasa lebih premium.
Performa: Selisih 33 Persen di AnTuTu
Di sektor dapur pacu, jaraknya paling terasa. POCO X8 Pro mengandalkan Dimensity 8500 Elite berbasis 4nm. Skor AnTuTu totalnya 1.982.033, dengan CPU 586.268 dan GPU 636.090.
X8 Pro Max naik kelas lewat Dimensity 9500s 3nm TSMC N3E. Skor totalnya 2.635.919, dengan CPU 814.951 dan GPU 871.886. Selisihnya sekitar 33 persen. Skor SoC GPU-nya bahkan menembus satu juta, tepatnya 1.008.829.
Uji lapangan memperkuat angka itu. Menurut VIVA Techno, X8 Pro Max mencatat rata-rata 56,4 FPS saat memainkan game berat. X8 Pro sempat turun ke 46,9 FPS pada pengujian serupa. Untuk Genshin Impact atau Wuthering Waves di setelan tertinggi, Pro Max lebih stabil. RAM 12GB di Pro Max juga menahan lebih banyak aplikasi di latar belakang dibanding 8GB di X8 Pro.
Baterai Jumbo dan Pengisian Daya 100W
Baterai jadi alasan utama banyak orang melirik Pro Max. Kapasitasnya 8.500 mAh berbahan silikon-karbon, dengan perkiraan runtime sekitar 80 jam. X8 Pro membawa 6.500 mAh dan bertahan sekitar 66 jam. Pro Max unggul sekitar 21 persen.
Kecepatan isi ulang sama, yakni 100W, dan keduanya tahan 1.000 siklus pengisian. Sayangnya, tidak ada wireless charging di kedua ponsel. Di harga segini, absennya fitur itu terasa seperti penghematan biaya. Efisiensi daya Pro Max juga sedikit lebih rendah di satu parameter, tetapi kapasitas jumbo menutupinya.
Konektivitas, Software, dan Kamera
Konektivitas hampir sama. Pro Max unggul lewat WiFi 7 (802.11be), sementara X8 Pro masih WiFi 6. Dukungan eSIM juga hadir di Pro Max. Keduanya sudah Bluetooth 6.0, NFC, IR blaster, dan GNSS lengkap L1+L5. Jack audio 3,5mm tidak ada di keduanya.
Urusan software seimbang. Android 16 dengan HyperOS 3 berjalan di dua model, plus lima tahun update OS dan keamanan. Komitmen itu tergolong tinggi untuk kelas harga ini.
Kamera utama punya spesifikasi serupa: 50MP f/1.5, OIS, dan Laser AF. Bedanya ada di sensor. X8 Pro memakai Sony IMX882, sedangkan Pro Max memakai Omnivision Light Fusion 600. Kamera selfie 20MP f/2.2 dan ultrawide 8MP sama saja. Hasil foto lebih banyak ditentukan tuning software dan ISP chipset. Di sini Dimensity 9500s punya ISP lebih canggih, yang biasanya membantu HDR, peredaman noise, dan stabilisasi video 4K. VIVA Techno juga menilai selfie Pro Max tampak lebih natural.
Pilih POCO X8 Pro atau Pro Max?
Pilih Pro Max jika kamu gamer atau power user. Performa flagship-lite, baterai awet, WiFi 7, eSIM, dan RAM 12GB menjadi bekal jangka panjang. Harganya Rp6.699.000 untuk varian 12GB/256GB.
X8 Pro tetap masuk akal bagi yang mengutamakan genggaman nyaman dan layar lebih tajam. Kamu juga hemat Rp1,7 juta. Performanya cukup untuk sebagian besar kebutuhan harian, mulai dari media sosial sampai gaming kasual.
Kesimpulannya, tidak ada pilihan salah di antara dua ponsel ini. Tentukan dulu kebutuhan dan budget, lalu pilih yang paling pas.