Internasional

Jet Israel Dekati Perbatasan Iran, Niat Pancing Teheran

jet tempur Israel dekati perbatasan Iran
jet tempur Israel dekati perbatasan Iran

Puluhan jet tempur Israel dekati perbatasan Iran pada Senin malam hingga Selasa dini hari, menurut Channel 12. Sumber Amerika Serikat (AS) menilai manuver itu bisa memancing respons militer Teheran.

Jet Tempur Israel Dekati Perbatasan Iran Lewat Suriah dan Irak

Channel 12 melaporkan bahwa operasi tersebut melibatkan puluhan jet tempur Angkatan Udara Israel. Sejumlah pesawat pengisi bahan bakar ikut mendampingi armada itu. Formasi terbang melintasi wilayah udara Suriah dan Irak, lalu mendekati perbatasan Iran dari jarak yang sangat dekat. Setelah itu, seluruh pesawat berbalik arah menuju Israel.

Sumber-sumber AS menilai Israel mungkin berharap pasukan Iran menembaki pesawat-pesawat itu. Tembakan semacam itu bisa memberi dalih bagi Israel untuk menyerang Iran lagi. Menurut mereka, Israel juga sadar bahwa sistem pertahanan udara Iran akan mendeteksi kehadiran jet-jet tersebut.

Disebut Latihan, tetapi Risiko Salah Hitung Mengintai

Pejabat AS dan Israel menggambarkan operasi ini sebagai latihan. Manuver itu, kata mereka, menunjukkan kemampuan militer Israel sekaligus mencegah Iran bertindak agresif. Israel mengaku sudah memberi tahu Washington sebelum misi berlangsung.

Namun, Channel 12 mengingatkan adanya risiko salah perhitungan di pihak Teheran. Salah membaca manuver semacam ini bisa memancing respons militer. Akibatnya, perang bisa kembali menyala.

Operasi itu berlangsung bersamaan dengan kunjungan Menteri Perang AS Pete Hegseth ke Israel. Hegseth bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz di Pangkalan Udara Ovda.

Netanyahu Dilaporkan Siapkan Serangan Besar ke Iran

Financial Times pada Kamis (22/10/2026) melaporkan bahwa Netanyahu memerintahkan militer Israel menyiapkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Perintah itu keluar pada awal bulan ini. Surat kabar tersebut mengutip tiga orang yang mengetahui rencana itu.

Militer Israel dilaporkan telah menyusun kampanye serangan selama beberapa hari. Targetnya mencakup fasilitas nuklir Iran, lokasi yang terkait dengan pemerintah, dan infrastruktur sipil. Pembangkit listrik termasuk dalam daftar sasaran itu.

Israel semula merencanakan serangan itu pada 10 Oktober. Namun, Presiden AS Donald Trump menentang dimulainya kembali perang menjelang pemilu sela AS pada 3 November. Karena sikap Trump itu, Israel membatalkan rencana tersebut.

Dua laporan yang muncul hampir bersamaan itu saling melengkapi. Laporan Channel 12 menyoroti aksi di udara, sedangkan Financial Times mengungkap rencana serangan yang lebih besar. Keduanya sama-sama menunjuk pada meningkatnya kesiapan militer Israel terhadap Iran.

Latar Belakang Perang AS-Israel dan Iran

Bagi pembaca Indonesia, ketegangan ini punya akar yang panjang. AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah Timur Tengah. Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dunia. Gangguan di sana berpotensi memengaruhi harga energi global, termasuk bagi Indonesia. Washington kemudian memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sejumlah media Indonesia, termasuk Sindonews, mencatat bahwa perang 40 hari itu berakhir dengan gencatan senjata sejak 8 April 2026. Laporan terbaru soal manuver jet tempur dan rencana serangan memunculkan pertanyaan tentang ketahanan gencatan senjata itu.

Pemilu Sela AS dan Arah Ketegangan ke Depan

Faktor politik dalam negeri AS ikut terlihat dalam laporan Financial Times. Trump disebut menahan rencana serangan demi menghindari perang baru menjelang pemilu sela. Pemungutan suara itu tinggal kurang dari dua pekan lagi.

Perhatian kini tertuju pada sikap Washington setelah 3 November. Keputusan di sana akan memengaruhi arah ketegangan Timur Tengah.

Seluruh informasi dalam laporan ini bersumber dari media Israel dan Amerika yang mengutip narasumber anonim. Laporan-laporan tersebut tidak memuat tanggapan resmi dari Teheran. Karena itu, pembaca perlu melihat perkembangan berikutnya dengan hati-hati.

Singkatnya, jet tempur Israel yang mendekati perbatasan Iran memperlihatkan betapa tipis jarak antara latihan dan konfrontasi. Pejabat kedua negara menyebutnya unjuk kemampuan, sedangkan sumber AS menduga Israel berharap Iran melepas tembakan. Selama rencana serangan masih dibicarakan, risiko salah hitung tetap ada.