Warga Kampung Ojang, Manggarai, NTT, enam hari bertahan di tenda mandiri setelah gempa magnitudo 7,7, sementara stok makanan mulai habis.
Warga Kampung Ojang, Desa Lante, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, NTT, masih bertahan di pengungsian setelah gempa magnitudo 7,7.
Hingga Kamis (20/8/2026), warga mengaku belum menerima bantuan makanan maupun logistik dari pemerintah. Mereka membangun tenda pengungsian secara mandiri di lapangan kampung.
Paulus Agung, warga Kampung Ojang, mengatakan warga sudah bertahan selama lima malam enam hari di lokasi tersebut.
Stok Makanan Warga Mulai Habis
Menurut Paulus, warga memilih tetap berada di tenda karena takut kembali ke rumah. Gempa susulan masih terjadi dan membuat warga khawatir meninggalkan lokasi pengungsian.
Sementara itu, warga juga takut pergi ke kebun untuk bekerja. Kondisi tersebut membuat persediaan makanan yang mereka bawa semakin menipis.
Paulus mengatakan stok makanan warga kini sudah habis. Warga juga mengaku mulai kesulitan memenuhi kebutuhan makanan dan minuman selama berada di tenda.
Warga Minta Bantuan Makanan dan Logistik
Karena itu, warga berharap pemerintah segera mengirimkan bantuan ke Kampung Ojang. Mereka membutuhkan bahan makanan serta berbagai kebutuhan logistik untuk bertahan di pengungsian.
Paulus mengatakan bantuan tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan warga selama mereka masih bertahan di tenda yang dibangun secara mandiri.
Di sisi lain, warga belum berani kembali ke rumah karena gempa susulan masih terjadi. Situasi tersebut membuat aktivitas warga, termasuk pekerjaan di kebun, ikut terhenti.
23 Rumah Mengalami Kerusakan
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga Kampung Ojang. Paulus menyebut delapan rumah mengalami rusak berat.
Sementara itu, 15 rumah lainnya mengalami rusak ringan. Kerusakan mencakup retakan pada dinding hingga sebagian tembok rumah runtuh.
Tak hanya rumah warga, fasilitas pendidikan juga terdampak. Gedung SDN Golo Gurung dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat gempa.
Secara faktual, warga kini menghadapi dua kebutuhan sekaligus. Mereka masih membutuhkan tempat aman untuk mengungsi dan bantuan makanan setelah persediaan mandiri mulai habis.