Kode BC1 BC2 BC3 menjadi perhatian dalam sidang kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kode tersebut disebut dalam persidangan sebagai identitas pihak-pihak yang diduga terkait dengan aliran uang yang dibahas dalam perkara Blueray Cargo.
Persidangan kasus dugaan suap yang menjerat pimpinan Blueray Cargo (Grup), John Field, mengungkap fakta baru terkait penggunaan sejumlah kode dalam catatan pemberian uang.
Kode-kode tersebut dibahas saat Jaksa Penuntut Umum KPK memeriksa John Field sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat.
Dalam pemeriksaan itu, jaksa menanyakan sejumlah kode yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan atau BAP.
John Field membenarkan penggunaan kode BC1, BC2, dan BC3 yang disebut dalam dokumen penyidikan.
Yang jadi sorotan, masing-masing kode dikaitkan dengan pejabat berbeda di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Identitas di Balik Kode BC1, BC2, dan BC3
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam persidangan, kode BC1 disebut merujuk kepada Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama.
Sementara itu, kode BC2 dikaitkan dengan Rizal yang menjabat Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai pada periode 2024 hingga Januari 2026.
Selanjutnya, kode BC3 disebut merujuk kepada Sisprian Subiaksono yang menjabat Kasubdit Intelijen Penindakan dan Penyidikan.
Menurut John Field, informasi mengenai penggunaan kode tersebut ia peroleh dari Orlando Hamonangan yang saat itu menjabat Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan.
Dalam sidang, jaksa beberapa kali membacakan isi BAP yang memuat identitas kode-kode tersebut. Setiap kali dikonfirmasi, John Field menyatakan keterangan itu benar.
Dalam konteks tersebut, kode-kode tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan aliran dana yang diduga terkait dengan perkara suap.
Jaksa Beberkan Rincian Dugaan Pemberian Uang
Selain mengungkap identitas kode, jaksa juga memerinci jumlah uang yang disebut dalam BAP.
Untuk periode Juli 2025, total akumulasi pemberian disebut mencapai Rp8,2 miliar. Dari jumlah tersebut, kode BC1 tercatat menerima Rp3 miliar.
Sementara itu, BC2 disebut menerima Rp2 miliar dan BC3 menerima Rp1 miliar.
Jaksa kemudian membacakan data pada Agustus 2025 dengan total akumulasi sekitar Rp8,95 miliar dalam bentuk dolar Singapura.
Dalam rincian tersebut, nominal yang dikaitkan dengan BC1 tetap Rp3 miliar. Selanjutnya, BC2 disebut menerima Rp2 miliar dan BC3 menerima Rp1 miliar.
Yang menarik, pola serupa kembali muncul dalam data September, Oktober, November, dan Desember 2025 hingga Januari 2026.
Menurut keterangan yang dibacakan di ruang sidang, nominal yang tercantum untuk masing-masing kode tetap sama pada setiap periode tersebut.
John Field Mengaku Yakin Dana Sampai ke Pihak yang Dimaksud
Jaksa juga menanyakan dasar keyakinan John Field bahwa uang tersebut sampai kepada pihak yang disebut dalam kode-kode itu.
Menjawab pertanyaan tersebut, John Field menyatakan dirinya meyakini dana telah diterima sesuai tujuan.
Menurutnya, keyakinan itu muncul karena tidak pernah ada keluhan dari Orlando Hamonangan terkait penyaluran dana yang diberikan.
Karena itu, ia memahami uang tersebut telah sampai kepada pihak yang dimaksud berdasarkan kode yang digunakan.
Ketika jaksa kembali meminta penegasan mengenai hal itu, John Field menjawab bahwa ia memang memiliki keyakinan tersebut.
KPK Masih Melanjutkan Proses Hukum
Perkara yang sedang berjalan tidak hanya berkaitan dengan John Field. Dalam dakwaan, ia disebut memberikan suap kepada sejumlah pejabat Bea dan Cukai.
Nilai dugaan suap yang tercantum mencapai sekitar Rp61 miliar. Selain itu, terdapat pula dugaan pemberian fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,8 miliar.
Tindak pidana tersebut disebut dilakukan bersama Dedy Kurniawan Sukolo dan Andri yang juga menjadi terdakwa dalam perkara yang sama.
Sementara itu, Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan saat ini juga menjalani proses hukum oleh KPK dalam tahap penyidikan.
Terpisah, KPK menyatakan akan mendalami berbagai fakta yang muncul dalam persidangan setelah perkara terhadap John Field selesai.
Di sisi lain, Djaka Budhi Utama telah memberikan tanggapan singkat terkait perkara tersebut. Ia meminta publik mengikuti perkembangan persidangan yang sedang berlangsung untuk mengetahui fakta-fakta yang terungkap di pengadilan.
