DJ Donny di Terror ( foto Dok. beritanda.com )[/caption]
MerahPutihGlobal.net - Rangkaian teror terhadap aktivis lingkungan dan kreator konten yang mengkritik penanganan bencana di Sumatera menjadi ujian serius bagi ketegasan penegakan hukum dan perlindungan kebebasan berpendapat di Indonesia. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menegaskan aparat kepolisian harus segera mengungkap pelaku dan dalang di balik intimidasi tersebut.
Sejak akhir Desember 2025, sejumlah laporan mencatat teror berupa pengiriman bangkai ayam dengan pesan ancaman, pelemparan telur busuk, perusakan kendaraan pribadi, hingga serangan bom molotov ke rumah korban. Para korban diketahui vokal mengkritik kebijakan pemerintah dalam menangani banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bencana di wilayah tersebut sejak akhir November 2025 dilaporkan menewaskan ratusan orang serta memaksa ratusan ribu warga mengungsi. Di tengah situasi darurat itu, kritik publik terhadap respons pemerintah justru dihadapkan pada intimidasi fisik dan psikologis.
Kreator konten Sherly Annavita mengungkap rumahnya menjadi sasaran pelemparan telur busuk dan kendaraannya dirusak tak lama setelah menyampaikan kritik soal lambannya penanganan korban bencana.
“Saya hanya menyampaikan kepedulian terhadap korban. Teror seperti ini jelas bertujuan membungkam,” ujar Sherly, Senin (29/12/2025).
Tekanan juga dialami DJ Donny atau Ramon Dony Adam. Rumahnya diserang bom molotov pada 31 Desember 2025 dini hari. Ia turut menerima paket bangkai ayam dengan pesan ancaman bertuliskan “jaga omonganmu”.
“Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya. Ini bukan hanya soal saya, tapi soal kebebasan berpendapat,” kata Donny, Rabu (31/12/2025).
[caption id="attachment_830" align="aligncenter" width="810"]
DJ Donny di Terror ( foto Dok. beritanda.com )[/caption]
DJ Donny di Terror ( foto Dok. beritanda.com )[/caption]
